Xinta.
Kamis, 27 Maret 2014
Rabu, 26 Maret 2014
Bisakah?
Bisakah ku berpindah
Berpindah menjadi sesuatu yg lebih berguna
Bukan menjadi sesuatu yang dicaci atau dihina
Bukan menjadi sesuatu budak
Yang hanya mendapat uang perak
Ingin diriku indah seperti merak
Indah memukau dan bermekaran
Tanpa ada rasa hinaan
Tanpa ada rasa kebencian
Ingin ku pindah diri
Menjadi orang berkacamata
Menuangkan air kehidupan kepada gelas-gelas yg kosong
Memberi air yang istimewa
Bukan air kehidupan yang panas
Ataupun bukan yang dingin.
Bisakah ku menggores
Garis putih di papan yang gelap
Garis tak sekedar garis
Putih tak sekedar putih
Melainkan,
Garis kehidupan yang
Mengisi diri yang hitam?
Dan...
Bisakah kumenggores bolpoin merah
Kepada kertas putih bersilang-silang?
Warna merah yang mudah menusuk hati paling dalam
Yang membuat banyak orang geram
Bisakah ku menyuruh mereka
Berlari dalam rasa amarahku
Sesuai dengan keinginanku
Tanpa ada rasa iba didiriku?
Bisakah aku memegang penggaris coklat nan panjang
Memukuli hati mereka..
Perasaan mereka..
Sehingga gelas-gelas mereka pecah?
Mungkin saja, saya bisa..
Kalau saja.. saya jadi guru, bukan jadi murid..
Karya: Maria Michelle, 26 Maret 2014
Minggu, 09 Maret 2014
Kristal yang Jatuh
Titik titik air menggumpal
Membentuk kapas hitam
Menutupi cahaya api besar
Kristal air berlomba- lomba mencapai pijakan kaki
Kau meneriaki kupingku
Kau mengetuk pintu rumahku
Mengajakku bermain bersamamu
Ku langkahkan kakiku
Membuka diri hanya untukmu
Kau ajak aku duduk di teras rumah
Kau mengajakku bermain dan menceritakan kisah kepadaku
Gembira hatiku, ada kau disisiku
Hati yang hampa, menjadi berisi karenamu
Kau pun mewarnai cinta ini
Sedih hatiku,
Ketika ku sadar kau harus pergi
Kau tega meninggalkanku seorang diri
Hatiku kembali hampa, cintaku kembali tak berwarna..
Kulihat ke angkasa,
Berharap kau kembali
Namun yang kulihat hanyalah
Lukisan indah yang mewarnai angkasa hitam tadi
Kutau pelukis itu dirimu
Mengucapkan selamat tinggal kepadaku
Karya: Maria Michelle
Mengapa Ku Disini?
Mengapa aku disini
Hanya duduk berdiam diri
Dan melihat mereka berlari
Mengapa aku disini
Hanya menetap berdiam pada jendela
Tanpa berani melangkah keluar
Hanya melihat indahnya dunia fana
Mengapa aku disini
Hanya berdiam diri tanpa tujuan
Berdiam diri memakan pelajaran
yang kemudian dengan mudah dibuang begitu saja
Seolah aku tak memiliki tujuan hidup
Bisatah aku merasakan
Pelajaran hidup yang sesungguhnya
Yang mempelajari arti hidup yang sebenarnya
Dan memakan pelajaran yang kekal abadi
Bisa saja...
Bisa saja...
Bisa saja...
Bisa saja...
Bisa saja...
Bisa saja...
Ku mati hanya berdiam diri di depan jendela
Karya: MMA